
Di tahun 2008 ini, Offspring kembali mencoba untuk membuktikan eksistensinya, mencoba bersaing dengan sejuta insan musik dunia lainnya yang tengah berkembang pesat. Album barunya kali ini berjudul Rise and Fall, Rage and Grace.
Berbeda dengan album-album mereka yang lama, tampaknya Offspring mencoba menunjukan eksistensi mereka sebagai band alternative. Padahal ketika pembuatannya, vocalist dan front man Dexter Holland berkata bahwa album kali ini bakalan lebih “Smash”, yaitu album legendaris mereka. Sedikit selingan, Smash adalah album indie terlaris sepanjang masa. Sepuluh juta kopi untuk satu album dan hanya di Amerika saja. Namun memang saat itu adalah masa-masa grunge dan punk menguasai pasar musik Amerika.
Namun ternyata Dexter salah, karena album ini dirasakan sangat kurang oleh para penggemarnya. Lagu-lagunya tampak tidak ada identitasnya. Bahkan “Hammerhead” yang menjadi singlenya saja dirasakan tidak menjual. Kurang catchy. Mungkin “Kristy, Are You Doing Okay?” jauh lebih menjual. But it’s just my own opinion, though.
Album kali ini cukup mengecewakan. Not the old skool Offspring, nor the new one. Bahkan bisa dibilang lebih mengecewakan dari pada album “Conspiracy of One” yang sudah sering dianggap album mereka yang paling jelek. Ditinggalkan oleh Ron Welty, drummer pada formasi awal, dan juga Atom Willard yang malah hijrah ke Angel and Airwaves mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Offspring kehilangan soulnya.
Well, mungkin kita bisa mengorek-ngorek koleksi lagu kita lagi dan mendengarkan “Pretty Fly (For a White Guy)”, mungkin hanya Offspring itu yang bisa gw inget sepanjang masa. Hahaha.












